Sukarno-Suharto

Sukarno, Suharto. Dua pemimpin yang menggores catatan sejarah. Mungkin mereka memang harus hadir tatkala zaman membutuhkan mereka. Jika Sukarno memandu rakyat menuju kemerdekaan, Suharto meletakkan dasar-dasar ekonomi modern.
Read more

Popularity: 94% [?]

Muhammad (40 tahun) menangis terisak-isak. Hatinya hancur. Imigran asal Aljazair itu bercerita bahwa puteranya yang baru beranjak dewasa memilih menjadi ateis ketimbang Muslim. Sementara itu, para jemaat masjid yang lain hanya bisa termangu pasrah, mendengar bagaimana budaya sekular Amerika mempertunjukkan keperkasaannya.
Read more

Popularity: 74% [?]

Disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, boleh jadi ada sekelompok orang di antara kita yang tengah merasakan kenaikan pendapatan beberapa kali lipat jika dibanding dengan beberapa tahun sebelumnya.
Read more

Popularity: 26% [?]

Din Syamsuddin kelihatan gusar. Ketua Muhammadiyah itu menganggap pemerintah terlalu memaksakan penetapan 1 Syawal 1428 kepada masyarakat. Tekanan pemerintah terlalu kuat sampai-sampai di beberapa daerah warga Muhammadiyah mendapat perlakuan diskriminatif. Di Majene, Sulawesi Barat, umpamanya, pemerintah kabupaten setempat melarang warga Muhammadiyah menggunakan Lapangan Prsammnya sebagai tempat pelaksanaan salat Id.
Read more

Popularity: 18% [?]

Mengenang Ramadan semasa kecil membuat saya tersenyum. Buat anak kecil usia sekolah dasar seperti saya, itulah saat yang paling mengasyikkan dalam setahun.
Read more

Popularity: 12% [?]

Pengalaman saya masuk rumah sakit sungguh menggugah sekaligus mengubah kesadaran saya tentang banyak hal. Pertengahan Juli 2005, sekitar magrib, saya terpaksa dirawat inap karena demam tinggi akibat tifus yang pada gilirannya menganggu fungsi hati. Tetapi, bukan itu intinya. Saya ingin berbagi kisah, betapa manusia bisa terbaring lemah, takberdaya lantaran pelbagai penyakit gawat.
Read more

Popularity: 13% [?]

Beberapa hari setelah lebaran, seorang adik kelas, mengirim email kepada saya:

Mohon maaf lahir batin. Minal aidzin wal faidzin. Apa kabar, Jun? Sekarang saya berada di Bukittinggi, kampung saya dan keluarga. Kesempatan ini saya manfaatkan buat menyegarkan kembali diri saya yang tercemar oleh Jakarta. Mencari ketenangan alam. Tetapi, kenapa ya, saya tidak juga merasa tenang? Padahal saya sudah salat, puasa, dan membaca Quran. Bersenang-senang pun tidak bisa. Hati saya tidak tenang. Terbayang oleh saya bagaimana nanti seandainya saya bekerja, di mana, berapa gaji saya… dan sebagainya. Read more

Popularity: 30% [?]