Rating, Share, dan Kepuasan Khalayak
Rating acara adalah persentase penonton program TV tertentu terhadap populasi pada saat tertentu. Rating tidak mengukur kualitas, melainkan kuantitas keluar-masuk penonton dengan unit waktu tertentu. Unit waktu terkecil adalah 1 menit.
Berita Tak Sesuai Keinginan Bos Besar? Tewaslah Saya…
Seorang produser berita sebuah stasiun televisi membeberkan rahasia dapur produksinya. Saya tanyakan, apakah perbincangan ini boleh saya muat di Semesta dalam Kata-kata, dia mengajukan syarat. Dia minta, jati diri, lembaga, dan beberapa nama disamarkan.
Sengketa Ambalat di Mata Media
Ingat Peristiwa Ambalat tahun 2005? Untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia yang damai, seorang kepala negara turun dan memastikan persiapan pertahanan pasukan di garis depan.
Liputan 6 SCTV Memihak Siapa?
Perkembangan siaran televisi di negara kita baru dimulai pada tahun 1962 tatkala Indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Pesta Olah Raga Asia. Pertelevisian ketika itu bagian proyek mercusuar selain Simpang Susun Semanggi, Monas, dan Gelanggang Olah Raga Senayan.
Muslim Eropa: Jembatan antara Islam dan Barat
Pernah Time Europe pada edisi 24 Desember 2001 memuat judul sampul “Islam in Europe: A Changing Faith,” dengan gambar seorang wanita Muslim yang berkerudung mengenakan busana Eropa modern. Majalah itu menggambarkan terdapat 5 juta warga Muslim di Prancis, 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris. Jumlah mereka berambah seiring terus mengalirnya gelombang imigran Muslim ke [...]
Ya, Ekonomi Indonesia Makin Cerah!
Artikel saya bertajuk “Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malaysia” sama sekali tidak menggunakan pendekatan ekonomi. Namun, jika kita merujuk beberapa anlisis ekonomi, orang Indonesia bisa dengan yakin berkata, “Ya, masa depan ekonomi Indonesia cerah!”
Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malaysia (Bagian 1/3): Indonesia Sebenar-benar Asia yang Multikultur dan Demokratis
Malaysia tak habis pikir dengan sikap Indonesia yang mempertikai Lagu “Rasa Sayange” yang menjadi lagu tema kampanye parawisata mereka. Mereka bersikeras “Rasa Sayang” adalah lagu rakyat Nusantara. Buat mereka, sikap Indonesia emosional karena membesar-besarkan masalah kecil. “Indonesia telah hilang rasa sayang serumpun,” kata mereka.
Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malaysia (Bagian 2/3): Indonesia Negara Bebas, Malaysia Negara yang Mengekang
Dalam era Mahatir United Malay National Organization (UMNO) – Barrisan Nasional mengekalkan dominasi mereka terhadap partai-partai oposisi secara licik dan keji. Dengan menggunakan undang-undang penjajahan warisan Inggris Internal Security Act, politik kroni-otoritarianisme menjadi “rapi.” Mereka menyiksa, dan membunuh, melenyapkan para pembangkang, seniman, aktivis, anggota partai lawan, ataupun tokoh oposisi.
Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malaysia (Bagian 3/3): Indonesia Menuju Perbaikan; Malaysia, Kerusakan
Buaian rezim berkuasa di negara itu kepada rakyat mereka: Malaysia teladan bagi keberhasilan sebuah negara membangun. Negara-negara lain berada di belakang. Tak perlulah mengikuti negara lain. Media massa Malaysia menjadikan angkasawan pertama Malaysia sebagai salah satu exemplar bingkai “kejayaan Malaysia” itu, selain “prestasi bangsa Melayu sejauh ini.” Pembingkaian tersebut boleh dibilang bentuk fasisme lunak.
« go back — keep looking »