Buat penggemar berat Chairil Anwar, sajak berjudul “Senja di Pelabuhan Kecil” tentu tidak asing lagi. Nama “Sri Ajati” ditulis Chairil sebagai pihak yang diperuntukkan bagi puisi itu. Kemolekan Sri Ajati begitu terekam di benak sang Pujangga sampai-sampai Chairil berlutut di sampingnya.

Sri Ajati adalah tokoh nyata. Tahun lalu bersama Jayadi, saya membuat video wawancara dengan Sri Ajati. Jayadi, kawan saya yang penggila berat Chairil Anwar ini, menjadi pewawancara, sedangkan saya kamerawan sekaligus penyuntingnya. Maka untuk merayakan hari kemerdekaan Republik yang ke-63, saya muat video ini di Semesta dalam Kata-kata untuk Anda. Ya, kisah cinta Chairil Anwar dengan gadis cantik yang kini renta mempunyai konteks sejarah yang menarik. Selamat menikmati.

Senja di Pelabuhan Kecil

buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Popularity: 33% [?]

Comments

5 Responses to “Dia Berlutut di samping Diriku”

  1. Ajeng on Agustus 7th, 2008 09:44

    Awesome!!
    sebuah kisah cinta yang sangat menarik, dan puisi yang menggugah emosi

  2. kurt on Agustus 19th, 2008 16:33

    Kisah yang menarik, semenarik puisinya. Ah aku simpan dulu ah nanti diperdalam lagi.. makasih mas atas infonya.

  3. wastu on Nopember 30th, 2008 11:03

    Wow penelusuran sejarah yang luar biasa.

  4. seloaji on Januari 1st, 2009 12:42

    woow luar biasa….. kisah cinta yang romatis nian… cinta seorang pujangga yang begitu besar pada gadis pujaannya…. salut pada chairil anwar……

  5. cico on April 12th, 2009 16:55

    it’s nice…

Leave a Reply